Bayi yang mengonsumsi otak tahu dalam jumlah kecil umumnya tidak berbahaya. Namun, bayi yang alergi terhadap kacang kedelai sebaiknya tidak mengonsumsi otak tahu agar tidak menimbulkan reaksi alergi, dan tidak boleh mengonsumsinya secara berlebihan, karena dapat dengan mudah menyebabkan gangguan pencernaan dan diare. Otak tahu biasanya terbuat dari kacang kedelai yang kaya akan nutrisi, seperti zat besi, kalsium, fosfor, magnesium, dll., Bayi bisa cocok untuk dimakan, bisa mengisi kembali nutrisi tubuh, kondusif untuk perkembangan tubuh, selama tidak ada reaksi alergi, umumnya tidak menimbulkan efek yang berbahaya. Jika bayi itu sendiri alergi terhadap makanan kedelai, jangan mengkonsumsi otak tahu, setelah mengkonsumsi otak tahu mungkin muncul beberapa reaksi alergi, seperti kulit gatal, dll, bayi menggaruk kulit secara berlebihan, mudah terkena infeksi bakteri sekunder. Oleh karena itu, bayi yang alergi terhadap kedelai sebaiknya tidak mengkonsumsi otak tahu. Otak tahu mengandung banyak protein, konsumsi yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan diare. Jika bayi Anda merasa tidak enak badan setelah makan otak tahu, disarankan agar ia pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis secepatnya.