Anak tersebut berusia lebih dari 1 tahun, memiliki kemampuan motorik kasar yang normal dan berinteraksi dengan baik dengan orang lain, namun tidak dapat berbicara. Ketika ditanya, sang ibu mengakui bahwa ketika dia merawat anak tersebut, dia berpikir bahwa anak tersebut berperilaku sangat baik dan dapat berbaring dan bermain dalam waktu yang lama ketika diberi mainan, sehingga dia menunduk ke bawah dan bermain dengan ponselnya sendiri. Ketika giliran sang nenek yang mengasuhnya, ia mendengarkan opera dengan headphone dan tidak berinteraksi dengan anak tersebut. Di sisi lain, menurut keterangan sang ibu, rumah itu sepi dan TV jarang menyala. Dalam situasi ini, anak tidak memiliki lingkungan untuk belajar bahasa, dan anak yang lahir dengan selembar kertas kosong secara alami tidak akan berbicara. Perkembangan bahasa pada anak usia 0 hingga 3 tahun membutuhkan interaksi manusia dan komunikasi yang disengaja. Tentu saja, tidak ada alasan tunggal yang memengaruhi kemampuan bicara anak. Berikut ini adalah beberapa faktor umum yang memengaruhi: 1. Kecerdasan rendah Anak-anak dengan kecerdasan rendah sering kali tidak dapat memahami dan mengekspresikan arti kata-kata dan memiliki keterampilan meniru yang buruk, sehingga mereka menunjukkan kepada orang tua bahwa mereka tidak dapat berbicara. Tips: Anak-anak dengan faktor risiko tinggi harus melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur untuk mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin. 2. Gangguan pendengaran Karena gangguan pendengaran, anak-anak tidak dapat mendengar suara orang lain, sehingga mempengaruhi pembelajaran pengucapan mereka. Jika gangguannya tidak terlalu parah, anak mungkin dapat mempelajari kata-kata atau frasa dengan gerakan mulut dan bibir yang signifikan dengan menirukannya. Tips: Pemeriksaan pendengaran bayi baru lahir harus dilakukan. 3. “Bisu” dapat dibagi menjadi afasia neurologis, afasia kerusakan otak dengan riwayat kerusakan otak, dan bisu selektif psikologis, yang lebih sering terjadi pada anak yang lebih besar. Tips: Orang tua harus mengidentifikasi masalah afasia bayi mereka sedini mungkin dan menemui dokter untuk intervensi dini. 4. Autisme Bayi dengan autisme memiliki kemampuan meniru yang buruk, yang juga merupakan penyebab utama keterlambatan bicara. Tips: Bayi autis tidak hanya terlambat bicara, mereka juga mengalami kesulitan komunikasi dan tidak melakukan kontak mata dengan orang lain. Orang tua harus mendeteksi hal ini sedini mungkin dan melakukan intervensi tepat waktu. 5. Terlalu manja, terlalu perhatian Orang tua terlalu manja, dan segala kebutuhan anak dapat dipenuhi dengan cepat. Sekilas pandang, sekilas gerak, orang tua langsung tahu apa yang diinginkan anak. Situasi ini sebenarnya melewatkan waktu terbaik untuk melatih kemampuan bicara anak. Hal ini juga menyebabkan anak menjadi malas dan enggan berbicara. Tips: Selalu dorong anak Anda untuk berbicara jika ia memiliki kebutuhan. Misalnya, cangkir, air minum, makan, dll., tidak bisa mengatakan dengan jelas tetapi harus dipandu. 6 . Kurangnya komunikasi dan persahabatan Sama seperti anak yang disebutkan di paragraf pembuka, arti persahabatan yang sebenarnya membutuhkan interaksi antara orang tua dan anak, belajar sambil bermain dan tumbuh melalui pembelajaran. Tips: Sering-seringlah bermain game dengan anak Anda, beritahu anak Anda apa ini dan apa itu saat Anda melakukan tindakan apa pun atau saat Anda melihat objek apa pun, lebih banyak berbicara dengan bayi Anda dan lebih banyak berkomunikasi. 7. Terlalu banyak wali, terlalu banyak aksen Banyak keluarga di mana suami dan istri tidak berasal dari tempat yang sama dan berbicara dengan aksen yang berbeda, seperti bahasa Mandarin di satu sisi dan bahasa Inggris di sisi lain, bahasa Mandarin di satu sisi dan bahasa Kanton di sisi lain, dll. Dalam lingkungan keluarga seperti itu, anak akan terlambat berbicara, tetapi sebagian besar dapat memahami kedua bahasa tersebut. Tidak selalu salah anak jika ia terlambat berbicara atau tidak dapat berbicara. Lihatlah alasan-alasan di atas untuk melihat apakah masalah yang sama ada. Jika Anda masih tidak dapat membedakannya, disarankan untuk mencari bantuan medis sesegera mungkin agar waktu terbaik untuk melakukan intervensi tidak terlewatkan.