Eritromisin termasuk dalam kelas antibiotik makrolida dan terutama digunakan dalam dosis normal untuk pengobatan anti-infeksi. Eritromisin dosis kecil terutama memiliki efek meningkatkan motilitas lambung. Efek samping eritromisin pada bayi harus diperhatikan sebagai berikut: yang pertama yang lebih umum adalah efek samping pencernaan, misalnya, setelah eritromisin, bayi mungkin mengalami mual, muntah, kehilangan nafsu makan, yang dapat menyebabkan diare, perut kembung, dan gejala pencernaan lainnya pada kasus yang parah. Kedua, mungkin ada beberapa kerusakan pada fungsi hati dan ginjal bayi Anda, jadi Anda harus memperhatikan pemeriksaan ulang fungsi hati dan ginjal secara teratur. Ketiga, meskipun eritromisin termasuk dalam antibiotik makrolida, kemungkinan alergi relatif kecil, tetapi masih ada beberapa bayi dengan sensitivitas tinggi yang dapat mengembangkan gejala alergi. Misalnya, mereka dapat mengalami gatal-gatal dan gejala alergi yang jelas pada sistem pencernaan.