Dapatkah Anda mengonsumsi piperazine asam ferulat jika Anda menjalani hemodialisis?

Pasien hemodialisis biasanya diizinkan untuk menggunakan Piperazine Ferulate. Piperazine ferulate cocok untuk semua jenis penyakit glomerulus dengan hematuria mikroskopis dan keadaan hiperkoagulasi, seperti nefritis, nefritis kronis, sindrom nefrotik tahap awal, uremia, serta penyakit jantung koroner, infark otak, vaskulitis dan pengobatan tambahan lainnya. Oleh karena itu, untuk pasien hemodialisis yang dikombinasikan dengan penyakit-penyakit di atas, juga dapat menggunakan produk ini untuk pengobatan tambahan. Selain itu, selain mengonsumsi piperazine ferulate, pasien hemodialisis juga dapat menggunakan obat antihipertensi, seperti tablet extended-release nifedipine, valsartan, dll.; penggunaan zat pengikat fosfor, obat yang umum digunakan seperti kalsium karbonat, lantanum karbonat, sevelamer, dll.; penggunaan obat untuk memperbaiki anemia, seperti polisakarida besi, eritropoietin, roxarestat, dll.. Piperazine ferulate memiliki reaksi yang merugikan seperti reaksi alergi dan reaksi gastrointestinal. Dilarang untuk dikombinasikan dengan albendazol dan bis (hidroksinaftil) tio-pirimidin. Dianjurkan agar pasien dengan hemodialisis harus minum obat sesuai dengan petunjuk dokter, dan tidak boleh meminumnya sendiri untuk menghindari efek samping.