Diagnosis karsinoma hepatoseluler tidak bergantung pada nilai alanin aminotransferase, dan metode untuk memastikan diagnosis meliputi anamnesis, tes pencitraan, dan biopsi patologis. Glutaminase terutama ditemukan dalam sel hati, dan ketika sel hati rusak, glutaminase dapat dilepaskan ke dalam darah dalam jumlah besar, yang mengakibatkan peningkatan konsentrasi darah. Nilai normalnya adalah 0-40 U/L, dan cedera hati umumnya dianggap sebagai cedera hati jika lebih tinggi dari 40 U/L. Namun, cedera hati tidak selalu disebabkan oleh kanker hati, hepatitis virus dan cedera hati akibat obat juga dapat menyebabkan peningkatan, dan tingkat peningkatan sebanding dengan tingkat keparahan penyakit. Karsinoma hepatoseluler adalah sejenis tumor ganas pada hati, yang biasanya tidak bergejala pada tahap awal, dan manifestasi klinis pada tahap akhir dapat berupa rasa sakit di daerah hati, kekurusan, kelelahan, dll. Pemeriksaan tambahan sering menunjukkan peningkatan transaminase dan massa di hati. Namun, diagnosis klinisnya tidak didasarkan pada kriteria alanin aminotransferase, melainkan pada penilaian komprehensif berdasarkan riwayat medis, pemeriksaan alfa-fetoprotein, pemeriksaan pencitraan, dan biopsi patologis. Terlepas dari apakah alanine aminotransferase terlalu tinggi atau kanker hati telah didiagnosis, disarankan untuk mencari perawatan medis di bawah bimbingan dokter.