Lamanya pasien dirawat di rumah sakit dengan ventilator non-invasif per hari tidak dapat disamaratakan, tetapi harus ditentukan oleh tingkat keparahan gagal napas, apakah pemicu eksaserbasi akut PPOK terkendali atau tidak, dan fungsi paru-paru pasien. 1. Derajat gagal napas: pasien dengan penyakit paru obstruktif kronik sering kali dirawat di rumah sakit dengan derajat gagal napas yang berbeda, dan hasil analisis gas darah dapat digunakan untuk menentukan apakah ada gagal napas, seperti PO₂ < 60mmHg, PCO₂ > 50 mmHg, ada gagal napas tipe II. Ventilator non-invasif dapat digunakan bila terjadi hipoksemia berat dan/atau retensi karbon dioksida. 2. Pemicu: Rawat inap pasien PPOK sebagian besar disebabkan oleh eksaserbasi akut, dan pemicunya sebagian besar adalah infeksi paru-paru. Jika infeksi paru terkontrol, fungsi pernapasan dapat ditingkatkan dan durasi penggunaan ventilator dapat dikurangi secara bertahap. 3. Fungsi paru-paru: pasien PPOK perlu memakai ventilator untuk jangka waktu yang lebih lama jika fungsi dasar paru-paru mereka buruk. Lamanya pasien dengan obstruksi paru kronis memakai ventilator setiap hari harus diputuskan bersama dengan kondisi pasien, dan dianjurkan untuk menggunakan ventilator sesuai dengan instruksi dokter.