Berkeringat pada bayi mungkin terkait dengan metabolisme yang tinggi, faktor lingkungan, kekurangan nutrisi, TBC, dan sebagainya. 1. Metabolisme yang bersemangat: bayi berada dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan, metabolisme mereka relatif kuat, dan pengaturan sistem saraf tidak terlalu baik, sehingga mereka cenderung berkeringat berlebihan. 2. Faktor lingkungan: Jika bayi tinggal di lingkungan bersuhu tinggi, berpakaian berlebihan, ditutupi terlalu tebal, dapat menyebabkan fenomena keringat berlebih. 3. Kurangnya unsur gizi: Jika bayi kekurangan vitamin D atau kalsium, dapat menyebabkan terjadinya rakhitis, yang disertai dengan gejala seperti kebotakan di bagian belakang kepala, menangis di malam hari dan tidur gelisah selain keringat berlebih. 4. Tuberkulosis: ketika bayi menderita TBC, maka akan dengan mudah menyebabkan toksin bakteri TBC dan zat metaboliknya, merangsang sistem saraf pusat, menyebabkan disfungsi sistem saraf, dan bayi banyak berkeringat. Setelah menghilangkan penyebab fisiologis keringat bayi, orang tua harus membawa bayinya ke rumah sakit tepat waktu untuk menyelesaikan pemeriksaan yang relevan, untuk mengklarifikasi penyebab penyakit dan kemudian mengikuti instruksi dokter, agar tidak menunda kondisi tersebut.