Penyebab sakit perut dan muntah termasuk gastritis, perforasi lambung dan kanker lambung. Penyebab penyakit ini berbeda-beda, demikian pula pengobatannya. Perawatan yang umum digunakan meliputi obat-obatan, pembedahan, radioterapi dan sebagainya. 1. Gastritis: Akibat peradangan dan infeksi pada lambung, faktor peradangan menstimulasi mukosa lambung dan memicu kejang pada lambung, yang menyebabkan pasien menderita sakit perut, muntah, dan gejala lainnya. Anda dapat memilih obat, seperti omeprazole, mosapride, penisilin, dll., Untuk melindungi mukosa lambung, merangsang dinamika pencernaan, mengontrol peradangan dan infeksi, sehingga dapat memperbaiki gejala ketidaknyamanan pasien. 2. Perforasi lambung: karena tukak lambung, trauma dan faktor lainnya, menyebabkan kerusakan pada dinding lambung, menembus rongga perut, mengakibatkan mengalirnya isi lambung ke dalam rongga perut, sehingga memicu pasien mengalami sakit perut, gejala muntah. Anda dapat memilih obat, seperti omeprazole, tablet kunyah aluminium magnesium karbonat, natrium cefuroxime dan sebagainya, untuk menghambat sekresi asam lambung, melindungi mukosa lambung, mengendalikan infeksi dan memperbaiki gejala ketidaknyamanan pasien. Jika tingkat perforasi lebih serius, perawatan bedah dapat dipilih, seperti gastrektomi mayor, operasi jahitan perforasi dan gastrektomi parsial. 3. Kanker lambung: akibat transformasi kanker pada sel-sel dalam jaringan lambung. Secara klinis, sesuai dengan stadium kanker lambung, pengobatan bedah, seperti gastrektomi parsial dan gastrektomi total, adalah pengobatan utama. Selain itu, pengobatan ini juga dapat dikombinasikan dengan radioterapi, kemoterapi, terapi bertarget, dan metode lain untuk pengobatan komprehensif guna memperbaiki gejala ketidaknyamanan pasien. Jika pasien sering mengalami sakit perut, muntah dan gejala lainnya, disarankan agar pasien pergi ke rumah sakit tepat waktu. Perbaiki gastroskopi, CT dan tes lainnya untuk memperjelas penyebab penyakit, dan ikuti petunjuk dokter untuk pengobatan, agar tidak menunda kondisi tersebut. Obat-obatan perlu digunakan di bawah bimbingan dokter profesional, bukan pengobatan sendiri.