Pembentukan kanker nasofaring membutuhkan waktu bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun. Karena lokasi klinis nasofaring relatif tersembunyi, maka sangat mudah untuk melewatkan atau salah mendiagnosis penyakit ini, dan riwayat medis yang terperinci sangat penting. Jika pasien datang dengan darah yang tidak dapat dijelaskan dalam ingus yang disedot, hidung tersumbat unilateral, tinitus, oklusi telinga, gangguan pendengaran, sakit kepala, diplopia, atau pembengkakan kelenjar getah bening di leher bagian atas yang dalam, endoskopi hidung harus dilakukan sedini mungkin, bersama dengan biopsi nasofaring, dan tes yang diperlukan seperti serologi dan pencitraan EBV juga dapat dilakukan untuk memperjelas diagnosis. Harus dicatat bahwa fokus kanker primer pada nasofaring dapat menyerang ke dalam tengkorak tanpa mempengaruhi penampilan mukosa hidung, dan biopsi pertama nasofaring yang negatif atau penampilan mukosa nasofaring yang normal tidak menyingkirkan kanker nasofaring. Untuk pasien yang dicurigai menderita kanker nasofaring, tindak lanjut yang ketat harus diperhatikan, dan biopsi nasofaring harus dilakukan berulang kali beberapa kali jika perlu, untuk mencapai deteksi dini, diagnosis dini dan pengobatan dini.