Tes HPV (Human Papilloma Virus), Thin Layer Liquid-Based Cytology (TLLBC) dapat dilakukan sebelum vaksinasi kanker serviks, jika tersedia.
Vaksin kanker serviks, yang juga disebut vaksin HPV, saat ini terdiri dari 2-valent, 4-valent, dan 9-valent, yang semuanya merupakan vaksin yang digunakan untuk mencegah infeksi human papillomavirus, dan berguna untuk mencegah kanker serviks dan kondiloma akuminatum.
Orang yang belum pernah melakukan hubungan seks berisiko tinggi dapat memperoleh efek pencegahan yang maksimal setelah vaksinasi HPV. Jika Anda telah melakukan hubungan seks dan terinfeksi dengan jenis HPV yang relevan, efek pencegahan dari vaksin yang sesuai sering kali kurang efektif.
Oleh karena itu, untuk memastikan efektivitas vaksinasi, tes pengetikan HPV direkomendasikan. Misalnya, jika Anda sudah terinfeksi HPV tipe 16 atau HPV tipe 18, vaksin HPV 2-valen tidak akan efektif.
Sitologi lapis tipis berbasis cairan (LBT) juga direkomendasikan bagi mereka yang dapat melakukannya, karena membantu mendiagnosis kanker serviks. Vaksinasi HPV tidak dianjurkan bagi pasien yang telah menderita kanker serviks.
Oleh karena itu, semakin dini vaksinasi HPV, semakin baik. Sebelum vaksinasi, tes pengetikan HPV dan pemeriksaan sitologi lapis tipis berbasis cairan dapat dilakukan untuk mengklarifikasi risiko yang mungkin terjadi dan memaksimalkan efek pencegahan vaksinasi. Vaksinasi kanker serviks tidak berarti Anda tidak akan terkena kanker serviks di kemudian hari, dan skrining kanker serviks secara teratur juga dianjurkan setelah vaksinasi.