Koenzim q10 tidak menyebabkan fibrilasi atrium. Koenzim Q10 memberi nutrisi pada otot jantung, mencegah aterosklerosis, dan juga memberi tenaga pada jantung dan tidak mempengaruhi fungsi jantung. Pasien dengan fibrilasi atrium dapat mengonsumsi koenzim Q10 jika mereka menginginkannya, tetapi koenzim Q10 tidak mengontrol laju ventrikel fibrilasi atrium atau mencegah komplikasi emboli. Oleh karena itu, koenzim Q10 pada pasien dengan fibrilasi atrium tidak terlalu berguna, meskipun tidak berbahaya. Pengobatan fibrilasi atrium terutama bersifat farmakologis dan bedah. Pengobatan farmakologis melibatkan penggunaan digitalis atau beta-blocker untuk mengontrol laju ventrikel pada pasien fibrilasi atrium, dan antikoagulan oral untuk mencegah trombosis intra-atrium dan perkembangan komplikasi emboli. Perawatan bedah terutama adalah ablasi frekuensi radio. Jika pasien didiagnosis dengan fibrilasi atrium, ia harus mencari pertolongan medis secara tepat waktu dan ditangani dengan obat atau pembedahan di bawah bimbingan dokter.