Ada lebih banyak cara untuk memeriksa perut dan usus, seperti kolonoskopi umum, gastroskopi, film polos perut, USG perut, fluoroskopi makanan barium, tes darah rutin, tes tinja rutin, dan kultur tinja. Pilihannya ditentukan oleh dokter sesuai dengan gejala dan riwayat kesehatan pasien.
1. Enteroskopi dan gastroskopi: dapat memperjelas apakah terdapat lesi pada saluran pencernaan, dan merupakan standar emas untuk mendiagnosis radang, bisul, dan massa pada saluran pencernaan.
2. Film polos abdomen: dapat digunakan untuk menyingkirkan intususepsi, obstruksi usus, torsio usus, dan kondisi lainnya.
3. Ultrasonografi abdomen: dapat digunakan untuk menyaring radang usus buntu, massa intra-abdomen, dan penyakit lainnya.
4. Fluoroskopi makanan barium: dapat digunakan untuk skrining tukak lambung dan tumor perut.
5. Tes darah rutin, tes feses rutin, kultur feses: dapat digunakan untuk mengklarifikasi faktor infeksi dan jenis infeksi tertentu.
Tes lainnya termasuk tes napas karbon 14, CT abdomen, dll.
Untuk penyakit pencernaan, disarankan agar dokter memilih tes yang sesuai dengan situasinya.