Anrotinib yang dikombinasikan dengan niraparib dapat memberikan hasil pengobatan yang lebih memuaskan pada sebagian pasien, dan kemanjurannya perlu dinilai berdasarkan jenis patologi pasien serta pengujian genetik. Anrotinib adalah penghambat tirosin kinase multi-target molekul kecil, dan niraparib adalah penghambat PARP, dan penelitian telah menunjukkan bahwa kombinasi keduanya dalam pengobatan kanker ovarium rekuren yang resistan terhadap platinum memiliki tingkat pengendalian penyakit sekitar 85%, tanpa efek samping yang signifikan. Tentu saja, beberapa pasien tidak sensitif terhadap pengobatan ini, sehingga sering kali efek terapeutiknya tidak ideal, tetapi justru meningkatkan efek samping dan meningkatkan penderitaan pasien. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengetikan patologis dan pengujian genetik sebelum menggunakan obat, dan hanya jika ditemukan indikasi yang sesuai maka obat ini dapat digunakan, sehingga dapat memperpanjang masa kelangsungan hidup pasien. Disarankan agar pasien secara aktif bekerja sama dengan pengobatan dokter, agar tidak menunda penyakit.