Tren penggunaan protein morfogenetik tulang untuk fusi tulang belakang antara tahun 2002 dan 2011

  Tujuan: Untuk menganalisis database populasi nasional (dalam hal ini, AS) tentang tren penggunaan protein morfogenetik tulang (BMP) dalam operasi fusi tulang belakang antara tahun 2002 dan 2011.  Latar Belakang: Penggunaan BMP di luar indikasi (off-label) dalam pembedahan tulang belakang tidak diketahui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis database populasi untuk memahami probabilitas, demografi, biaya, dan mortalitas penggunaan BMP secara nasional.  Metode: Data dari database sampel pasien rawat inap National Health Care Expenditure and Utilisation Programme dicari untuk setiap tahun antara tahun 2002 dan 2011. Pasien yang menjalani fusi serviks anterior atau fusi serviks posterior, fusi lumbal anterior atau fusi lumbal posterior, atau fusi toraks posterior diidentifikasi dan dikelompokkan untuk perbandingan. Frekuensi penggunaan BMP di setiap kelompok dianalisis untuk setiap tahun. Karakteristik demografi pasien, parameter rumah sakit, biaya dan mortalitas dihitung.  Hasil: Jumlah BMP yang digunakan per tahun meningkat dari 1.116 pada tahun 2002 menjadi 79.294 pada tahun 2011, terhitung sekitar 26,9% dari semua prosedur fusi tulang belakang, dengan peningkatan yang signifikan dalam penggunaan BMP di semua kelompok selama periode 10 tahun (p <0,001). Fusi lumbal posterior adalah prosedur fusi tulang belakang yang paling banyak digunakan, terhitung 76,8% dari semua fusi tulang belakang yang dilakukan antara tahun 2002 dan 2011. Penggunaan BMP dalam fusi serviks anterior mencapai puncaknya pada 10,6% pada tahun 2007 dan kemudian menurun menjadi 6,4% pada tahun 2011. Komplikasi dengan penggunaan BMP meningkat secara signifikan pada pasien usia lanjut selama periode ini. Biaya rawat inap meningkat secara signifikan sebesar US$9.560 antara tahun 2002 dan 2010 (tidak termasuk inflasi). Tidak ada perubahan signifikan dalam jumlah hari pasien dirawat di rumah sakit atau tingkat kematian selama periode ini.  Kesimpulan: Studi ini menunjukkan peningkatan dramatis dalam penggunaan BMP antara tahun 2002 dan 2011. Menariknya, penggunaan indikasi di luar label merupakan sebagian besar penggunaan BMP. Peningkatan total biaya rumah sakit bersifat multifaktorial; peningkatan komplikasi pembedahan pada pasien usia lanjut dan peningkatan penggunaan BMP adalah faktor yang mungkin terjadi. hari di rumah sakit dan kematian tidak meningkat secara signifikan selama periode 10 tahun.