Mengapa batu kandung empedu sering dikaitkan dengan kolesistitis?

  Ketika empedu masuk ke dalam kantung empedu, saluran kistik adalah “must pass”-nya, dan diameter saluran kistik sangat kecil, hanya 2 sampai 3mm. Ketika ada batu di dalam kantung empedu, saluran kistik dengan mudah tersumbat, menyebabkan empedu menumpuk dan terkonsentrasi, dan merangsang selaput lendir di dalam kantung empedu sehingga terjadi peradangan. Selain itu, karena terhambatnya ekskresi empedu, kandung empedu menjadi buncit dan pembuluh darah kandung empedu mengalami tekanan, menyebabkan iskemia dan penurunan resistensi kandung empedu, bakteri memanfaatkan kesempatan untuk “membuat gelombang” dan terjadi infeksi bakteri, yang menyebabkan kolesistitis.  Peradangan pada kantung empedu menyebabkan sel-sel dinding kantung empedu luruh, yang bersama-sama dengan sel darah putih dan bakteri membentuk inti batu empedu. Peradangan pada kantung empedu menyebabkan perubahan komposisi empedu, yang menyebabkan pengendapan kolesterol dan bilirubin untuk membentuk batu empedu. Batu empedu dapat lebih lanjut menyumbat saluran kantung empedu dan memperparah peradangan kantung empedu, sehingga membuat penyakit batu kantung empedu dan kolesistitis saling menguntungkan dan sering kali memperumit kondisi tersebut.