Persentase neutrofil yang rendah sebesar 37% umumnya disebabkan oleh infeksi, penyakit hematologi, cedera fisik dan kimiawi, penyakit autoimun, dll. Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan mendiagnosis penyebabnya. 1. Infeksi: infeksi bakteri, terutama infeksi basil gram negatif, seperti demam tifoid, basil demam paratifoid; infeksi virus, seperti influenza, virus hepatitis, cytomegalovirus, dan lain-lain; infeksi protozoa tertentu, seperti malaria, demam berdarah, dan lain-lain. Pengobatan anti-infeksi yang tepat harus dilakukan sesuai dengan sumber infeksi. 2. Penyakit sistem darah: anemia aplastik, anemia defisiensi besi yang parah, hemoglobinuria saat tidur paroksismal, limfoma, dan sebagainya. Penyakit asli harus diobati secara aktif. 3. Kerusakan fisik dan kimia: paparan faktor fisik radioaktif seperti sinar-X dan sinar-γ, serta zat kimia seperti benzena dan timbal juga dapat menyebabkan persentase neutrofil yang rendah, dan harus dijauhkan dari zat-zat ini. 4. Selain itu, hipersplenisme dan penyakit autoimun, seperti lupus eritematosus sistemik, juga dapat menyebabkan persentase neutrofil yang rendah, dan penyakit primer harus diobati secara aktif. Neutrofil adalah sejenis sel darah putih, dan persentase neutrofil pada orang dewasa menyumbang sekitar 55% ~ 70% dari total sel darah putih. Neutrofil memainkan peran penting dalam anti-infeksi tubuh, selain fagositosis dan penghancuran patogen yang menyerang, tetapi juga melepaskan asam arakidonat, meningkatkan produksi tromboksan dan prostaglandin, dan memiliki peran penting dalam mengatur kualitas pembuluh darah dan permeabilitas. Ketika persentase neutrofil rendah, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter profesional untuk mengetahui penyebab dan diagnosis serta pengobatan lebih lanjut, agar tidak menunda kondisi tersebut.