Ada beberapa metode umum untuk mengukur mobilitas sendi: 1. Pengukuran visual, yang terutama digunakan selama pemeriksaan fisik awal, artinya dokter memperbaiki sendi dengan tangannya sendiri dan membuat pasien duduk ke arah tertentu untuk menentukan apakah ada kelainan pada mobilitas sendi pasien dan perkiraan tingkat kelainan melalui pemeriksaan visual; 2. Pengukuran dengan alat pengukur jarak, yang terutama digunakan selama pemeriksaan fisik awal, artinya dokter memperbaiki sendi dengan tangannya sendiri dan membuat pasien duduk pada arah tertentu untuk menentukan apakah ada kelainan pada mobilitas sendi pasien dan perkiraan tingkat kelainan melalui pemeriksaan visual; 3. Pengukuran dengan goniometer atau alat pengukur jarak, yang terutama digunakan selama pemeriksaan fisik awal, tetapi metode pengukuran ini lebih obyektif. Misalnya, setelah pasien menggerakkan sendi bahu ke rentang gerak maksimumnya, goniometer atau alat pengukur jarak dapat digunakan untuk melakukan pengukuran yang lebih obyektif terhadap mobilitas sendi pasien, tetapi metode pengukuran ini masih belum terlalu akurat; 3. Pasien diminta untuk menggerakkan sendi ke arah tertentu. Pasien diminta untuk menggerakkan sendi ke mobilitas maksimum, mempertahankan postur tubuh, mengambil foto polos dan menggunakan pengukuran yang relevan dalam perangkat lunak komputer atau foto polos untuk menentukan mobilitas sendi.