Bayi empat atau lima kali sehari, sifat tinja normal termasuk dalam situasi fisiologis, sifat tinja tidak normal termasuk dalam situasi patologis, seperti tinja encer encer. 1. Situasi fisiologis: pada umumnya bayi empat atau lima kali sehari merupakan fenomena yang normal, apalagi tidak menambah makanan pendamping ASI, hanya bayi ASI murni, jumlah buang air besar akan lebih banyak, selama sifat fesesnya normal, keadaan pikiran bayi relatif baik, tidak perlu terlalu khawatir. 2. Kondisi patologis: Jika bayi muncul gejala yang lebih jelas, seperti tinja encer encer, darah dalam tinja atau disertai demam, muntah, kesehatan mental yang buruk, penurunan jumlah makanan yang signifikan dan gejala lainnya, adalah fenomena abnormal. Disarankan agar keluarga segera membawa anak ke rumah sakit, di bawah diagnosis dokter, sesuai dengan kinerja spesifik dari kondisi anak, untuk melakukan perawatan yang ditargetkan.