Tekanan intraokular yang tinggi merupakan tanda klinis glaukoma yang sangat penting, dan jenis tetes mata penurun TIO yang digunakan bervariasi, tergantung pada jenis glaukoma. Sebagai contoh, untuk glaukoma sudut tertutup, jenis tetes mata penurun TIO berikut ini dapat digunakan: Pertama, penyempitan pupil, seperti tetes mata maurozantin, yang dapat menarik sudut atrium terbuka dan meningkatkan aliran cairan atrium. Kedua, penghambat reseptor beta-adrenergik, seperti tetes mata timolol dan karteolol, dapat mengurangi produksi cairan atrium. Ketiga, penghambat anhidrase karbonat, seperti tetes mata brinzolamide, dapat mengurangi produksi cairan atrium. Keempat, agonis β-adrenergik seperti tetes mata brimonidin tartrat dapat mengurangi produksi cairan atrium sekaligus meningkatkan aliran cairan atrium dari jalur uveoskleral. Agen dehidrasi hipertonik, seperti injeksi manitol 20%, juga digunakan, tetapi durasi kerjanya relatif singkat, hanya sekitar enam jam. Untuk glaukoma sudut terbuka, umumnya digunakan tetes mata dari kelas penghambat reseptor beta-adrenergik, penghambat karbonat anhidrase, agonis alfa-adrenergik, dan turunan prostaglandin.