1. Jika penyebab kesulitan tidur di malam hari pada penyakit Parkinson adalah insomnia (1) pertama-tama Anda perlu mengesampingkan bahwa hal ini tidak disebabkan oleh penggunaan obat anti-Parkinson (seperti Slegiline atau Amantadine) pada malam hari; (2) beberapa cara sederhana lainnya dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, seperti memastikan jadwal tidur yang normal, meningkatkan aktivitas di siang hari, beristirahat sebelum tidur (seperti berendam di air panas), menghindari alkohol, rokok, dan Kafein. Insomnia dan gangguan tidur lainnya lebih sering terjadi pada orang yang mengalami depresi. Oleh karena itu, dokter Anda harus merekomendasikan rencana perawatan untuk mengatasi depresi. 2. Jika masalah tidur disebabkan oleh peningkatan gejala malam hari seperti kekakuan, kesulitan membalikkan badan di tempat tidur, rasa sakit dan tremor, dokter Anda dapat mempertimbangkan obat yang bekerja lebih lama seperti tablet levodopa yang diminum sekali sehari atau agonis dopamin yang bekerja lebih lama. Dystonia di pagi hari mungkin memerlukan suntikan aporfin pada suatu saat, biasanya oleh pasien atau pengasuh; agonis dopamin kerja panjang juga dapat dipertimbangkan pada malam hari. Pada kasus tardive nokturnal yang disertai rasa sakit, pasien mungkin perlu minum obat penghilang rasa sakit pada malam hari. Jika sulit membalikkan badan di tempat tidur, gunakan seprai yang lebih halus dan pasang rel tempat tidur. 3. Jika gangguan tidur disebabkan oleh nokturia: (1) Pasien harus mencoba dan memastikan bahwa asupan cairan di malam hari dikurangi dengan pergi ke toilet sekali sebelum tidur; (2) Hindari minum minuman seperti kopi, teh, atau bir sebelum tidur; (3) Pasien mungkin memerlukan obat khusus seperti oxybutynin atau tolterodine. (3) Pasien mungkin memerlukan obat khusus seperti oksitosin atau tolterodin. Obat-obatan ini dapat menyebabkan kandung kemih, yang menjadi sangat sensitif karena obat Parkinson, untuk buang air kecil dengan cepat; (4) Sediakan pispot di samping tempat tidur untuk berjaga-jaga jika Anda membutuhkannya. 4. Lebih jarang, gangguan tidur disebabkan oleh sindrom kaki gelisah, yang disebabkan oleh produksi dopamin yang berlebihan di otak atau eksitasi berlebihan pada reseptor dopamin yang menyebabkan gerakan tak disengaja di malam hari: (1) dosis levobarb yang diminum di malam hari perlu disesuaikan; (2) agonis reseptor dopamin jangka panjang dibutuhkan di malam hari. Dalam beberapa kasus, obat yang bekerja di malam hari seperti clonazepam atau zopiclone mungkin efektif. 5. Jika gangguan tidur disebabkan oleh masalah neurologis (misalnya halusinasi) atau perilaku abnormal di malam hari (misalnya berjalan dalam tidur, mengaduk-aduk, berbicara dengan suara keras saat tidur), pasien perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai pilihan pengobatannya.