Berapa kali seorang wanita dapat melakukan aborsi

Sebaiknya wanita tidak melakukan lebih dari dua kali aborsi. Hal ini karena aborsi adalah sejenis operasi rahim, dan kerusakan pada lapisan rahim dan adneksa relatif besar. Jika seorang wanita melakukan beberapa kali aborsi, maka akan meningkatkan kemungkinan terjadinya endometritis, radang tuba, radang panggul, dan penyakit serviks. Selain itu, setelah sebagian pasien melakukan aborsi berulang kali, menstruasi dan kehamilan mereka di masa depan akan terpengaruh pada tingkat yang berbeda. Operasi aborsi harus dilakukan di rumah sakit biasa, dan tindakan pasca operasi harus dilakukan untuk mencegah infeksi untuk menghindari peradangan. Jika, setelah aborsi, terjadi menstruasi yang tidak teratur, Anda juga harus berkonsultasi dengan dokter tepat waktu, terutama karena takut akan perlengketan rahim. Tentu saja, yang terpenting adalah melakukan kontrasepsi dengan baik, cobalah untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan.