Terapi rehabilitasi untuk displasia otak meliputi terapi olahraga, terapi okupasi, pelatihan rehabilitasi wicara dan pelatihan rehabilitasi lainnya serta metode terapi lainnya.
1. Terapi olahraga: terutama mencakup pelatihan fungsi anggota tubuh bagian atas dan bawah, pelatihan keseimbangan duduk dan berdiri, pelatihan transfer, pelatihan berjalan, dan pelatihan pengaturan dan koordinasi batang tubuh serta pelatihan olahraga lainnya. Melalui terapi olahraga untuk meningkatkan mobilitas sendi, mengatur tonus otot, meningkatkan kontrol motorik, koordinasi, kekuatan dan daya tahan untuk meningkatkan fungsi motorik dan meningkatkan kemampuan perawatan diri.
2. Terapi okupasi: Meliputi pelatihan aktivitas kehidupan sehari-hari seperti makan, berpakaian dan membuka baju; pelatihan fungsi tangan, termasuk pelatihan tangan simetris, seperti bertepuk tangan, meremas-remas playdough, dll.; pelatihan gerakan menggenggam dan melepaskan tangan, seperti menggenggam dan melepaskan benda-benda kecil (batu, bola, kacang) ke dalam wadah; pelatihan gerakan halus tangan, seperti menyusun balok, memasukkan lidi, mewarnai, dan menjiplak.
3. Pelatihan rehabilitasi bicara: metode pengobatan yang umum dilakukan meliputi pelatihan perintah, pelatihan peniruan perkembangan otot wajah, pelatihan pengulangan, pelatihan fonologi, pelatihan organ artikulasi dan sebagainya. Secara efektif dapat membantu pasien untuk memulihkan fungsi bicara mereka.
4. Pelatihan rehabilitasi lainnya: Ini terutama mencakup pelatihan kognitif, perawatan fisioterapi seperti sirkulasi otak, dan perawatan rehabilitasi tradisional seperti akupunktur dan moksibusi.
Ketika anak-anak dicurigai menderita displasia otak, orang tua harus membawa anak-anak mereka ke rumah sakit tepat waktu untuk deteksi dan intervensi dini, sehingga mencapai hasil rehabilitasi yang lebih baik.