Adenomiosis adalah suatu kondisi di mana endometrium, yang memiliki fungsi pertumbuhan, menyerang miometrium dan membentuk lesi ektopik, menyebabkan sejumlah komplikasi klinis seperti dismenorea, menstruasi yang berlebihan, periode menstruasi yang berkepanjangan, anemia, dan infertilitas, yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien dalam berbagai tingkatan. Mekanisme pembentukan adenomiosis masih belum jelas dan masih menjadi topik penelitian yang hangat. Hingga saat ini, terdapat berbagai pandangan mengenai penyebab adenomiosis, termasuk faktor genetik, faktor kekebalan tubuh, kelainan hormonal, angiogenesis abnormal, dan manipulasi rahim. Meskipun penyebabnya masih belum jelas, beberapa temuan menunjukkan bahwa mungkin ada banyak faktor risiko untuk pengembangan adenomiosis, seperti riwayat operasi rahim (misalnya miomektomi, operasi caesar, dll.) Dan manipulasi rahim (misalnya aborsi, penempatan atau pengangkatan IUD, histeroskopi, dll.), yang dapat menyebabkan gangguan pada lapisan basal rahim dan gangguan pada tingkat anatomi normal rahim, yang mengakibatkan endometriosis ektopik pada miometrium, yang mengarah ke adenomiosis. miometrium, yang menyebabkan adenomiosis. Riwayat kehamilan dan persalinan multipel, aliran menstruasi yang berlebihan, peradangan endometrium kronis, penyumbatan saluran reproduksi, dan gangguan ketergantungan estrogen juga dikaitkan dengan perkembangan adenomiosis. Meskipun mekanisme adenomiosis tidak jelas dan banyak pasien tidak memiliki penyebab yang jelas, risiko adenomiosis dapat dikurangi sampai batas tertentu dengan menghindari faktor risiko seperti operasi rahim yang tidak perlu dan pembedahan rahim. Jika terjadi gejala seperti dismenore yang semakin memburuk, perubahan menstruasi atau perubahan periode menstruasi, segera dapatkan pertolongan medis dan ikuti nasihat medis.