Apa saja pertimbangan diet untuk “bayangan kupu-kupu”?

Bayangan “kupu-kupu” adalah bayangan berbentuk kupu-kupu dengan tekstur yang menebal pada kedua paru-paru, berpusat pada hilus, pada foto rontgen dada. Ini adalah manifestasi klinis dari penyakit malaria paru. Penyakit malaria paru adalah kerusakan paru-paru yang disebabkan oleh Plasmodium vivax. Organisme ini mungkin atau mungkin tidak memiliki gejala sistemik khas malaria setelah terinfeksi Plasmodium dan pada saat yang sama mengalami gejala pernapasan yang jelas, seperti batuk, dahak, sesak napas, mengi atau nyeri dada. Manifestasi klinis termasuk asma malaria, bronkitis, pneumonia, oedema paru dan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS). Masa inkubasi sebanding dengan masa inkubasi malaria, berkisar antara 10 hingga 20 hari untuk Plasmodium vivax dan Plasmodium ovale, 70 hingga 80 hari untuk Plasmodium trisomi 21 dan 10 hingga 14 hari untuk Plasmodium falciparum. Apa saja pertimbangan diet untuk “bayangan kupu-kupu”? Pasien harus makan makanan yang mengandung serat makanan; nutrisi protein tinggi; sayuran dan buah-buahan; makanan pedas dan merangsang; makanan berminyak; dan makanan yang berbau amis. Makanan yang harus dimakan Melon musim dingin: Melon musim dingin memiliki efek membersihkan panas dan dahak, menghilangkan pembengkakan dan menghilangkan kelembapan, yang kondusif untuk mengeluarkan air dari edema dan meredakan gejala. Sangat tepat untuk makan 200-350g setiap hari. Daging tanpa lemak: Daging tanpa lemak memberi tubuh protein berkualitas tinggi dan asam lemak esensial, serta meningkatkan penyerapan nutrisi di saluran usus dan menghilangkan toksisitas panas. 200-300g per hari adalah tepat. Semangka: Memiliki efek diuretik, meredakan gejala oedema paru, serta meredakan panas dan rasa terbakar. 300-550g per hari cocok. Hindari makanan Cabai: Stimulasi cabai cenderung merangsang saraf simpatik dalam tubuh, mendorong penyempitan bronkus, yang tidak kondusif untuk bernapas pada pasien dengan edema paru. Hindari sebisa mungkin. Paprika kecil: Daging berlemak mengandung kadar lemak yang tinggi dan cenderung menyuburkan bakteri, sehingga pasien dengan oedema paru rentan terhadap infeksi bakteri yang menyulitkan dan memperparah gejala. Hindari sebisa mungkin. Kepiting: Kepiting adalah makanan amis yang cenderung merangsang kelenjar untuk mengeluarkan histamin dan bradikinin, yang dapat dengan mudah memperparah gejala. Hindari sebisa mungkin.