Apa saja tanda-tanda lipoprotein a yang tinggi

Lipoprotein A yang tinggi umumnya ditemukan pada angina pektoris, infark miokard akut, pendarahan otak, hiperkolesterolemia familial, dan diabetes melitus. Manifestasinya berbeda untuk penyakit yang berbeda, terutama nyeri dada, sesak dada, pusing, kelemahan tungkai dan gejala lainnya. Lipoprotein A terutama disintesis di hati dan dapat mencegah pelarutan gumpalan darah di pembuluh darah, sehingga merupakan faktor risiko untuk stroke dan penyakit jantung koroner. Ketika meningkat, biasanya lebih sering terjadi pada angina pektoris, infark miokard akut, dan pendarahan otak. Pasien dengan angina pektoris dapat mengalami nyeri dada yang parah secara tiba-tiba dan sesak napas. Pasien dengan infark miokard akut mungkin mengalami nyeri di daerah prekordial serta perasaan tercekik. Pasien dengan pendarahan otak dapat mengalami pusing, sakit kepala, kelemahan anggota tubuh, bicara cadel dan mati rasa pada anggota tubuh. Selain itu, peningkatan lipoprotein A juga terlihat pada hiperkolesterolemia familial dan diabetes melitus. Hiperkolesterolemia familial akan memiliki manifestasi seperti xantoma dan kornea membungkuk. Pasien dengan diabetes mellitus biasanya datang dengan kelesuan, polidipsia, polifagia, dan poliuria. Selain faktor-faktor di atas, peningkatan lipoprotein A juga dapat disebabkan oleh penyakit lain, dan pasien disarankan untuk menjalani pengobatan tepat waktu.