Kuretase diagnostik adalah modalitas diagnostik dan terapeutik yang umum digunakan dalam bidang ginekologi, dan antibiotik oral umumnya direkomendasikan selama tiga hingga lima hari setelah prosedur untuk mencegah infeksi.
Kuretase diagnostik cocok untuk dugaan kanker endometrium, kanker serviks, aborsi yang tidak lengkap, dugaan tardive anovulasi, infertilitas, okupasi ruang intrauterin, residu jaringan, dll. Kuretase diagnostik merupakan metode pemeriksaan sekaligus metode pengobatan ketika terjadi banyak perdarahan vagina. Karena ini adalah operasi di rongga rahim, ada risiko infeksi, dan umumnya disarankan agar antibiotik oral diminum secara rutin selama 3-5 hari setelah operasi untuk mencegah infeksi.
Kuretase diagnostik dilarang jika terdapat peradangan pada saluran reproduksi, penyakit sistemik yang serius, dan jika suhu tubuh melebihi 37,5°C. Jika Anda mengalami salah satu dari kondisi di atas, Anda harus segera memberi tahu dokter kandungan Anda.