Pasien dapat menentukan apakah serangga berada di dalam telinga atau tidak berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan spesialis.
1. Gejala klinis: Jika serangga berada di dalam telinga, serangga akan merayap di saluran pendengaran eksternal atau mengibaskan sayapnya, yang dapat menyebabkan tinitus, sebagian besar berupa suara hembusan angin atau suara merayap. Pada saat yang sama, karena kulit telinga pasien lebih sensitif, saat serangga bergerak di dalam telinga dapat menstimulasi kulit saluran pendengaran eksternal, pasien mungkin akan merasakan gatal, nyeri, dan gejala lainnya yang lebih jelas.
3. Pemeriksaan spesialis: Jika pasien masih tidak dapat mengetahui apakah serangga berada di dalam telinga melalui cara-cara di atas, disarankan agar pasien pergi ke bagian THT sesegera mungkin, dan dinilai oleh dokter melalui pemeriksaan fisik dan inspeksi, seperti elektro-otoskopi, endoskopi serat telinga, dan lain-lain.
Jika gejala di atas terjadi, disarankan untuk pergi ke rumah sakit sesegera mungkin, jangan menggali telinga sendiri, agar tidak menyebabkan kerusakan yang tidak perlu.