Bayi yang baru lahir umumnya tidak memiliki kebutuhan posisi tidur yang tetap, biasanya berbaring menyamping, berbaring telentang dan posisi tidur lainnya secara bergantian.
Berbagai posisi tidur bayi umumnya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, usahakan untuk tidak menetapkan posisi tidur dalam jangka panjang, untuk digunakan dalam berbagai posisi secara bergantian. Mengatur posisi tidur bayi dengan benar dapat membantu perkembangan muskuloskeletal bayi Anda untuk menghindari perkembangan tulang yang tidak normal yang disebabkan oleh satu posisi tidur yang tetap.
Posisi berbaring menyamping tidak akan menekan bagian belakang kepala bayi, sehingga dapat bernapas lebih lancar, selain itu juga untuk menghindari tersedak dan menyebabkan mati lemas. Karena tulang-tulang bayi yang baru lahir masih berkembang dan belum berbentuk sempurna, maka untuk menghindari tidur dengan posisi kepala yang salah, Anda perlu bergantian antara tidur miring ke kiri dan ke kanan. Tidur telentang tidak akan menekan organ dalam, sehingga seluruh tubuh bayi menjadi rileks, selain itu juga dapat memvisualisasikan tidur bayi.
Untuk bayi yang baru lahir, umumnya tidak dianjurkan posisi tidur tengkurap, karena anggota tubuh bayi lemah, tidak dapat menopang dirinya sendiri, tengkurap akan menekan organ dalam, dapat menyebabkan sesak napas.
Bayi yang memiliki masalah makan disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak setempat untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan yang normal.