Terapi oksigen hiperbarik biasanya tidak dianjurkan bagi penderita pneumonia setelah pendarahan otak untuk mencegah penyebaran infeksi.
Terapi oksigen hiperbarik mengharuskan pasien menghirup 100% oksigen dalam lingkungan dengan tekanan lebih tinggi dari satu atmosfer, dan perawatan ini membantu meningkatkan pemulihan sel-sel saraf pada pasien dengan pendarahan otak. Kontraindikasi terapi oksigen hiperbarik meliputi infeksi pernapasan akut (bronkitis, pneumonia), sehingga penderita pneumonia setelah pendarahan otak tidak boleh menjalani terapi oksigen hiperbarik untuk mencegah penyebaran infeksi paru-paru.
Perlu dicatat bahwa terapi oksigen hiperbarik juga dikontraindikasikan bagi mereka yang berada dalam tahap akut pendarahan otak, pneumotoraks tegang, tumor ganas yang tidak diobati, ablasio retina, dan kelompok khusus lainnya untuk mencegah perburukan kondisi dan mempengaruhi pemulihan organisme. Bagi penderita pneumonia setelah pendarahan otak yang membutuhkan terapi oksigen hiperbarik, terapi ini harus dilakukan setelah pneumonia sembuh.
Disarankan agar penderita pneumonia setelah pendarahan otak harus secara aktif bekerja sama dengan dokter untuk mendorong pemulihan kesehatan. Perhatikan untuk menyesuaikan mentalitas dan menghindari kekhawatiran yang berlebihan terhadap kondisi tersebut.