Pembengkakan kelopak mata atas dapat disebabkan oleh alergi, peradangan, insufisiensi jantung, insufisiensi ginjal, dll., dan perlu ditangani sesuai dengan penyebabnya. Efeknya bervariasi pada setiap orang, tidak ada cara yang paling cepat. 1. Alergi: Kontak konjungtiva kelopak mata dengan serbuk sari, bulu, debu, makanan laut, dan alergen lainnya yang menyebabkan reaksi alergi lokal, sehingga kelopak mata bagian atas membengkak. Hal ini dapat diobati dengan antihistamin seperti loratadine dan chlorpheniramine maleat, sambil menghindari kontak dengan alergen sebanyak mungkin. 2. Peradangan: Infeksi bakteri, virus, dan mikroba lainnya pada konjungtiva kelopak mata menyebabkan kemerahan, bengkak, panas, dan nyeri, yang dapat diobati dengan tobramisin, tetes mata asiklovir, dan sebagainya. 3. Insufisiensi jantung: disfungsi diastolik dan sistolik jantung menyebabkan stagnasi sirkulasi darah dan edema karena infiltrasi sejumlah besar air ke dalam ruang interstisial jaringan. Furosemid, isosorbid nitrat, digoksin, dan obat lain dapat digunakan untuk pengobatan. 4. Insufisiensi ginjal: glomerulonefritis menyebabkan gangguan filtrasi glomerulus, retensi natrium dan edema kelopak mata, dan albumin darah menurun pada pasien dengan sindrom nefrotik, yang menyebabkan edema interstitial jaringan. Metilprednisolon, siklofosfamid, dan obat lain dapat digunakan. Pembengkakan kelopak mata atas mungkin terkait dengan berbagai faktor, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang jelas. Perhatikan penggunaan obat di bawah bimbingan dokter, jangan sembarangan menggunakan obat sendiri.