Ada banyak hal yang dapat dipelajari tentang mengembangkan kecerdasan anak sebelum usia 3 tahun. Orang tua dapat berkreasi dalam membimbing anak-anak mereka melalui berbagai metode dalam kehidupan sehari-hari, atau mereka dapat membaca buku dan majalah untuk mendapatkan ide tentang cara mengembangkan kecerdasan anak-anak mereka. Hari ini, kami ingin merangkum beberapa hal yang perlu diketahui oleh para orang tua. 1. Memahami konotasi kecerdasan Banyak orang tua berpikir bahwa anak-anak mereka berbakat secara intelektual jika mereka dapat melafalkan beberapa puisi Tang atau membaca beberapa karakter Mandarin, sehingga mereka memaksa anak-anak mereka untuk melafalkan puisi dan membaca kata-kata untuk meningkatkan kecerdasan mereka. Padahal, apa yang orang tua ini anggap sebagai kecerdasan hanyalah ingatan, yang merupakan salah satu dari sekian banyak konotasi kecerdasan. Kecerdasan mencakup pemahaman, imajinasi, observasi, perhatian, dan kreativitas anak. Oleh karena itu, kecerdasan anak harus dikembangkan dengan berbagai cara. Misalnya, biarkan anak Anda mengamati kebiasaan dan perubahan dalam pertumbuhan hewan favoritnya; biarkan dia membuat model kecilnya sendiri; biarkan dia memasang kembali jam atau mainan yang telah dibongkarnya. Perkembangan gerakan anak berkaitan erat dengan perkembangan intelektual anak sebelum usia 3 tahun. Perkembangan gerakan anak memiliki proses dari besar ke kecil, dari kasar ke halus, misalnya, anak hanya dapat menggunakan seluruh tangan atau lengan untuk memegang sesuatu pada awalnya, setelah beberapa saat, anak dapat menggunakan ibu jari dan telunjuknya untuk memegang benda-benda yang sangat kecil. Perubahan gerakan ini sejalan dengan perkembangan saraf motorik di otak. Dengan membiarkan anak-anak mengambil benda-benda kecil dan mainan, dan dengan membiarkan mereka mengamati berbagai hal, mereka dapat meningkatkan kematangan neurologis melalui gerakan dan aktivitas, dan mereka juga dapat belajar tentang sifat berbagai hal dalam proses mengambil benda, seperti besi itu keras, garam itu asin, dan air di dalam cangkir itu panas, sehingga mereka dapat memperoleh wawasan dan pengalaman. Oleh karena itu, orang tua tidak boleh terlalu membatasi aktivitas anak, tetapi harus membiarkan mereka menyentuh, merangkak, berguling, dan bermain, sehingga mereka dapat meningkatkan kecerdasan dan pengetahuan mereka melalui aktivitas. Tentu saja, dalam proses membiarkan anak bergerak bebas, anak harus memperhatikan keselamatan. Bahasa adalah dasar dari perkembangan kecerdasan. Orang tua harus secara sadar mengembangkan kemampuan bahasa anak. Sejak anak lahir, orang tua harus bercerita, membaca teks-teks yang indah, dan berbicara kepada anak secara terus-menerus. Meskipun seorang anak tidak dapat berbicara sampai usia satu tahun, ia dapat memahami apa yang dikatakan. Stimulasi verbal pada anak sebelum usia satu tahun bermanfaat bagi perkembangan bahasa anak. Ketika anak sudah dapat berbicara, orang tua dapat mengajak anak berbicara untuk melatih kemampuan bahasa anak. Orang tua juga harus memberikan anak mereka buku untuk dibaca (sebaiknya buku yang hidup, menarik, dan bergambar bagus) dan melengkapinya dengan kaset puisi yang indah (prosa, cerita) yang diiringi dengan musik, sehingga mereka dapat belajar bahasa dan tumbuh secara intelektual melalui hiburan. Orang tua juga harus membaca bersama anak-anak mereka untuk mengembangkan kemampuan bahasa mereka, yang membantu memperkaya bahasa anak-anak mereka serta mendekatkan hubungan antara orang tua dan anak.