Sebagian besar kaki bengkak saat hamil disebabkan oleh alasan fisiologis, sementara beberapa disebabkan oleh alasan patologis. Penyebab fisiologis meliputi perubahan kadar hormon dan pembesaran rahim, sedangkan penyebab patologis meliputi penyakit ginjal dan jantung, tekanan darah tinggi, dan hipoproteinaemia selama kehamilan. 1. Penyebab fisiologis: (1) Perubahan kadar hormon: kadar hormon meningkat dengan cepat setelah kehamilan, meningkatkan reabsorpsi natrium dalam tubulus ginjal, dan akan terjadi retensi air dan natrium pada tahap pertengahan dan akhir kehamilan, dengan oedema pada pergelangan kaki. (2) Pembesaran rahim: Dengan pertumbuhan dan perkembangan janin setelah kehamilan, rahim yang membesar akan menekan vena cava inferior wanita hamil, dan sirkulasi darah pada tungkai bawah akan terpengaruh, yang dengan mudah menyebabkan kaki bengkak. Penyebab fisiologis kaki bengkak, keesokan paginya gejalanya akan hilang dengan sendirinya. 2. Penyebab patologis: (1) Kelainan pada jantung dan ginjal ibu hamil: Jika jantung dan ginjal ibu hamil mengalami penyakit selama kehamilan, maka akan menyebabkan kaki bengkak. Pada kasus yang serius, edema pada wajah dan bagian tubuh lainnya akan terjadi, dan akan disertai dengan kepanikan dan sesak napas, sesak napas, dan kondisi lainnya. (2) Tekanan darah tinggi selama kehamilan: Tekanan darah tinggi selama kehamilan dapat menyebabkan oedema dan proteinuria. (3) Hipoproteinaemia: Beberapa wanita hamil memiliki kondisi fisik yang buruk dan sangat pilih-pilih makanan selama kehamilan, sehingga menyebabkan kekurangan gizi, yang dapat menyebabkan hipoproteinaemia, kaki bengkak, dan kelemahan. Penyebab fisiologis kaki bengkak tidak berpengaruh pada kesehatan ibu hamil. Penyebab patologis kaki bengkak tidak hanya mempengaruhi kesehatan ibu hamil, tetapi juga dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin. Pergilah ke rumah sakit tepat waktu, lakukan pemeriksaan yang relevan di bawah saran dokter, dan lakukan tindakan perawatan dan penyesuaian yang tepat.