Terlalu kurus meningkatkan kemungkinan terjadinya pneumotoraks, tetapi tidak selalu menjadi penyebabnya.
Ketika terlalu kurus, otot-otot dinding dada relatif lemah sehingga kurang mampu melawan perubahan tekanan yang tiba-tiba dalam paru-paru. Terutama ketika bersin dan batuk dengan keras, tekanan di paru-paru meningkat secara tiba-tiba dan lemak subkutan yang lemah serta otot dinding dada tidak cukup kuat untuk melawan peningkatan tekanan di paru-paru, sehingga menyebabkan kerusakan pada lapisan pleura yang kotor dan dengan demikian menyebabkan pneumotoraks.
Selain itu, orang yang kurus dan tinggi lebih rentan terhadap pneumotoraks karena peningkatan tinggi badan yang lebih cepat dapat menipiskan katup paru-paru dan membuat mereka rentan terhadap pembentukan lepuh paru-paru. Pneumotoraks disebabkan oleh pecahnya lepuhan paru-paru akibat kondisi seperti olahraga berat.
Namun, bukan berarti menjadi terlalu kurus akan menyebabkan pneumotoraks. Dianjurkan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis profesional dan mendapatkan diagnosis serta perawatan standar bila diperlukan.