Metode pelatihan korektif mandiri cocok untuk strabismus ringan. Untuk strabismus yang lebih parah, pelatihan korektif mandiri saja tidak cukup untuk memperbaiki strabismus, dan kacamata dan operasi diperlukan. Strabismus adalah kelainan otot ekstraokular di mana kedua mata tidak dapat melihat target pada saat yang sama, dan dapat dibagi ke dalam dua kategori: strabismus umum dan strabismus paralitik. Strabismus umum dicirikan oleh tidak adanya gerakan mata dan derajat strabismus yang sama pada posisi mata pertama (melihat lurus ke depan) dan posisi mata kedua (melihat ke atas, ke bawah, ke kiri atau ke kanan). Tergantung pada arah posisi mata yang abnormal, secara luas dapat dibagi menjadi strabismus horizontal (strabismus internal dan eksternal) dan strabismus vertikal. Ada beberapa metode pelatihan diri untuk strabismus: (1) Pelatihan tatapan binokular: Memfokuskan pada target pada jarak dan orientasi yang berbeda, dan secara artifisial menatap pada titik yang sama dengan mata kiri dan kanan untuk melatih penglihatan binokular secara simultan. (2) Masking monokular: tutupi mata yang sehat dan lihatlah hanya dengan mata yang terkena. Latihan yang berulang-ulang untuk jangka waktu tertentu lebih bermanfaat dalam mengoreksi strabismus. (3) Melakukan lebih banyak permainan bola: misalnya, tenis meja, bulu tangkis, tenis, dll. Oleh karena itu, metode pelatihan korektif mandiri dapat digunakan untuk strabismus ringan dan sangat berharga untuk dipatuhi.