Tidak ada yang namanya “prekursor kematian pada fibrosis paru”. Namun, gejala fibrosis paru stadium lanjut sering kali meliputi gagal napas, gagal sirkulasi (ketidakstabilan hemodinamik), dan gangguan kesadaran. 1. Gagal napas: terutama dimanifestasikan dalam bentuk sesak napas, sering merasa kesulitan bernapas. Pada kasus yang parah, retensi karbon dioksida dapat terjadi, menyebabkan pernapasan dalam dan dilatasi kapiler perifer. Pada tahap selanjutnya, gejala hipoksia seperti sianosis kulit, takikardia, lekas marah, dan kebingungan dapat muncul. 2. Kegagalan peredaran darah: terutama dimanifestasikan dalam batuk, batuk berdahak, sesak napas, batuk berdahak berbusa berwarna merah muda, pernapasan duduk. Gagal jantung kanan dapat muncul oedema tungkai, kemarahan vena jugularis. 3. Gangguan kesadaran: gagal napas, gagal peredaran darah, dan gagal hati dan ginjal dapat mempengaruhi kesadaran otak, dan bisa terjadi kantuk, lesu dan koma. Fibrosis paru adalah penyakit yang lebih serius dan membawa rasa sakit yang luar biasa bagi pasien, perlu secara aktif mencari pengobatan medis, pengobatan ilmiah, dan mengupayakan prognosis terbaik.