Gangguan termoregulasi adalah demam yang diakibatkan oleh kelainan pada pusat termoregulasi yang disebabkan oleh gangguan sistem saraf pusat. Disfungsi sistem saraf pusat memengaruhi fungsi sistem saraf vegetatif, yang mengakibatkan fungsi sistem kardiovaskular yang tidak normal. Penyebab penyakit ini mungkin terkait dengan faktor fisik, neurologis, lingkungan, dan genetik. Beberapa pasien sering berada dalam keadaan depresi dan kecemasan serta kesedihan juga lebih mungkin menyebabkan gangguan termoregulasi. Hal ini terutama disebabkan oleh disfungsi sistem saraf pusat, yang memengaruhi fungsi saraf tanaman dan menyebabkan sistem kardiovaskular berfungsi tidak normal. Gangguan termoregulasi harus dibedakan dari gejala-gejala berikut: Pipi memerah Pipi memerah adalah gejala umum dalam kehidupan, tetapi juga dapat dilihat pada kondisi patologis tertentu. Hipotermia dan kelelahan Suhu tubuh adalah salah satu fitur terpenting dalam kehidupan manusia, dan berfluktuasi dalam suatu rentang selama 24 jam siang dan malam, bukan konstan. Metode pengukuran suhu tubuh biasanya meliputi suhu mulut, suhu ketiak, dan suhu dubur, di mana suhu ketiak dan suhu mulut lebih umum digunakan. Suhu tubuh orang normal biasanya adalah suhu ketiak 36,6°C-37,4°C. Jika suhu ketiak seseorang berfluktuasi antara 37,4°C dan 38,3°C, maka dapat disebut hipotermia. Dan hipotermia yang berkepanjangan sering kali merupakan tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada tubuh, yang dapat membuat tubuh menjadi konsumtif dan melelahkan, serta membutuhkan perhatian dan kunjungan tepat waktu ke dokter. Sengatan panas Sengatan panas adalah istilah umum untuk gejala gangguan termoregulasi, gangguan metabolisme air dan elektrolit, dan gangguan neurologis di bawah pengaruh suhu tinggi dan radiasi termal yang berkepanjangan. Pasien dengan gangguan kraniocerebral, lansia, orang lemah, dan wanita dengan toleransi panas ibu yang buruk sangat rentan terhadap sengatan panas.