Hal-hal utama yang harus diperiksa dalam pemeriksaan saluran cerna adalah: tes napas urea, feses rutin, penanda tumor, serta gastroenteroskopi dan tes darah. 1. Tes Napas Urea: Tes ini digunakan untuk menyaring perut dari infeksi Helicobacter pylori, dan secara luas digunakan dalam praktik klinis karena non-invasif dan tidak menimbulkan rasa sakit, dan tidak ada risiko infeksi silang. 2. Pemeriksaan feses rutin: Digunakan untuk memeriksa bentuk, warna dan bau feses, serta untuk memeriksa bakteri dan sel yang tidak normal. Dengan memeriksa apakah ada sel darah atau tidak, dapat membantu mendiagnosis perdarahan saluran cerna, wasir, dan penyakit lainnya. 3. Penanda tumor: terutama digunakan untuk pemeriksaan kanker kolorektal dan kanker lambung. 4. Gastroenteroskopi: untuk perdarahan pencernaan, polip gastrointestinal, bisul, tumor dan penyakit lainnya dapat didiagnosis dengan lebih jelas, sementara gastroenteroskopi juga dapat menjadi pengobatan invasif minimal, untuk beberapa lesi yang lebih halus, gastroenteroskopi memiliki efek diagnostik yang lebih baik. 5. Tes darah: seperti tes darah rutin, fungsi hati, dll., dapat digunakan untuk skrining umum.