Lupus eritematosus dapat aktif secara seksual, tetapi seseorang harus berhati-hati dalam memiliki anak. Lupus eritematosus adalah penyakit autoimun kronis dan berulang yang disebabkan oleh kelainan autoimun. Penyebab pasti dan patogenesis penyakit ini masih belum jelas, dan sebagian besar diyakini disebabkan oleh faktor-faktor seperti faktor keturunan, faktor endokrin, pengaruh lingkungan, dan pemicu obat. Penyakit ini tidak menular, tidak akan mempengaruhi kehidupan seks yang normal, dapat melakukan hubungan seks yang sesuai dan teratur. Namun, melahirkan anak, kehamilan dan bahkan aborsi akan memperparah kondisi lupus eritematosus, dan pada saat yang sama akan berdampak lebih besar pada janin, sehingga mengakibatkan gawat janin, kematian janin di dalam rahim atau bahkan kelahiran prematur atau aborsi. Oleh karena itu, pasien lupus eritematosus harus hamil di bawah bimbingan dokter setelah kondisinya terkendali dan stabil. Lupus eritematosus dapat diobati dengan tablet hidroklorokuin, tablet prednison asetat, dan obat lain seperti yang diresepkan oleh dokter. Sementara itu, pasien harus mengonsumsi makanan yang sehat dengan banyak buah dan sayuran segar, cukup tidur, dan memperhatikan perlindungan terhadap sinar matahari. Setelah diagnosis lupus eritematosus dipastikan, pasien disarankan untuk pergi ke rumah sakit untuk konsultasi dan mendapatkan diagnosis serta pengobatan standar di bawah bimbingan dokter.