Apa yang harus dilakukan jika anak Anda banyak berkedip

  Ada beberapa kemungkinan penyebab sering berkedip pada anak-anak: i) iritasi mata asli, seperti trachoma, batu konjungtiva, kelelahan visual, pelampiasan, mata kering, peradangan konjungtiva kronis, ii) kesulitan melihat dengan jelas, seperti kelainan refraksi seperti miopia atau astigmatisme, iii) keracunan timbal atau defisiensi mikronutrien, iv) gangguan neurologis.  Orang tua harus terlebih dahulu membawa anak mereka ke dokter mata untuk pemeriksaan yang relevan ketika anak mengalami gejala. Setelah pemeriksaan lampu celah, fundus dan tes ketajaman penglihatan, penyebab penyakit akan diidentifikasi dan pengobatan yang ditargetkan akan diberikan. Misalnya, trachoma dan konjungtivitis dapat diobati dengan tetes mata antibiotik; mata kering dan ketegangan mata dapat diobati dengan air mata buatan untuk meredakan kekeringan, gatal-gatal, dan sensasi benda asing, dan untuk mengubah kebiasaan mata yang buruk dan menghindari kelelahan; bulu mata yang terganggu dapat dihilangkan, dielektrolisis, atau dikoreksi melalui pembedahan; kelainan refraksi dapat diperbaiki dengan optometri dan lensa resep; jika sering berkedip disertai dengan kelainan perilaku atau kepribadian lainnya, anak mungkin akan mengalami gangguan penglihatan. Jika seorang anak sering berkedip dan kelainan perilaku atau kepribadian lainnya, keracunan timbal atau kekurangan elemen jejak mungkin menjadi penyebabnya, sehingga kebiasaan makan anak harus dikoreksi untuk menghindari diet parsial, dan mereka yang kelebihan timbal yang parah harus diobati dengan detoksifikasi timbal.  Kesimpulannya, ada banyak alasan mengapa anak-anak sering berkedip, dan orang tua tidak boleh terlalu cemas tentang gejala kedipan mata anak mereka, karena mereka mungkin menularkan kecemasan mereka sendiri kepada anak mereka, menyebabkan ketegangan dalam diri anak dan menyebabkan gejala-gejala tersebut terus berlanjut. Orang tua harus membawa anak mereka ke rumah sakit tepat waktu untuk memastikan diagnosis dan mempercayai dokter dan pengobatan ilmiah, karena sebagian besar anak dapat disembuhkan dengan pengobatan yang komprehensif.