Memastikan tidur malam yang nyenyak sangat penting bagi orang dengan gangguan metabolisme, terutama diabetes. Meskipun akhir pekan untuk mengejar ketertinggalan tidur tidak cukup untuk membalikkan kerusakan metabolisme yang disebabkan oleh kurang tidur di hari kerja, makanan yang tepat juga dapat bermanfaat bagi penderita diabetes. Banyak bahan kimia, asam amino, enzim, nutrisi, dan hormon yang bekerja sama untuk meningkatkan kualitas tidur dan mengatur siklus tidur. Ini termasuk: triptofan, melatonin, asam gamma-aminobutirat (GABA), kalsium, kalium, magnesium, piridoksin, L-ornithine, 5-hidroksitriptamin, histamin, asetilkolin, garam asam folat, antioksidan, vitamin D, vitamin B, seng, dan tembaga. Meskipun banyak makanan yang mengandung zat-zat pemicu tidur ini, hanya beberapa makanan dengan kadar tinggi yang dapat memengaruhi siklus tidur seseorang. Makanan dan minuman yang ramah untuk tidur ini meliputi: 1. Almond: Almond mengandung melatonin dalam dosis tinggi, hormon yang membantu mengatur siklus tidur dan bangun. Kacang almond juga tinggi lemak dan rendah gula serta lemak jenuh, menjadikannya camilan malam yang sehat. 2. Susu hangat: Susu hangat adalah pengobatan yang umum untuk mengatasi insomnia. Susu mengandung empat zat yang dapat meningkatkan kualitas tidur: triptofan, kalsium, vitamin D, dan melatonin. 3. Buah Kiwi: Beberapa penelitian telah mengeksplorasi hubungan antara buah kiwi dan tidur. Sebuah penelitian kecil menunjukkan bahwa mereka yang makan dua buah kiwi satu jam sebelum tidur mengalami peningkatan total waktu tidur dan efisiensi tidur setelah empat minggu, dan memiliki waktu yang lebih singkat untuk tertidur. Buah kiwi bermanfaat untuk tidur, mungkin karena mengandung banyak zat yang meningkatkan kualitas tidur, termasuk: melatonin, antosianin, flavonoid, karotenoid, kalium, magnesium, folat, kalsium, dll. 4. Chamomile: Teh chamomile sangat populer karena sifat penenangnya. Chamomile adalah obat tradisional untuk insomnia. 5, kenari: kenari mengandung sejumlah zat yang meningkatkan dan mengatur tidur, termasuk melatonin, serotonin, dan magnesium. 6, ceri asam: ceri kaya akan empat pengatur tidur yang berbeda – melatonin, triptofan, kalium, dan serotonin. Para peneliti berspekulasi bahwa antioksidan yang dikenal sebagai polifenol dalam ceri asam juga dapat memengaruhi regulasi tidur. 7. Ikan berlemak: Ikan berlemak adalah sumber vitamin D dan asam lemak omega-3 yang baik, dua nutrisi yang membantu mengatur serotonin, yang peran utamanya adalah membangun siklus tidur dan bangun yang teratur. 8. Tepung biji jelai: Tepung biji jelai kaya akan berbagai zat pemicu tidur, termasuk GABA, kalsium, triptofan, seng, kalium, dan magnesium. Orang dapat menambahkan tepung barley ke dalam smoothie, telur orak-arik, saus salad, dan sup untuk membuat makanan gourmet. 9. Selada: Selada dan minyak biji selada dapat membantu mengobati insomnia dan meningkatkan kualitas tidur malam. Ada yang mengatakan selada memiliki efek sedatif-hipnotis ringan. Para peneliti percaya bahwa sebagian besar efek penenang dari selada disebabkan oleh bagian n-butanol dari tanaman. 10. Pengobatan alami lainnya termasuk: St John’s Wort, teh bunga gairah, dan lada kava. Penting untuk dicatat bahwa sebelum mengonsumsi suplemen apa pun, yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan bahwa suplemen tersebut tidak akan berinteraksi dengan obat atau suplemen lain atau mengganggu perawatan yang ada. Selain itu, penelitian awal menunjukkan bahwa beberapa jenis kacang-kacangan (5 kacang ini adalah pilihan terbaik untuk penderita diabetes), buah-buahan (buah apa saja yang boleh dimakan penderita diabetes?) dan makanan laut juga dapat meningkatkan kualitas tidur.