Apa saja aktivitas Latihan Peregangan Leher?

  Tulang belakang leher manusia terhubung ke kepala dan batang tubuh dan mengatur banyak aktivitas leher, batang tubuh dan anggota badan, tetapi juga berpotensi rentan terhadap cedera dan kerusakan. Insiden spondilosis servikal sangat tinggi bagi orang yang bekerja berjam-jam dan dengan kepala menunduk. Terjadinya dan berkembangnya spondilosis serviks juga dapat menyebabkan sejumlah penyakit sistemik lainnya seperti arteriosklerosis, hipertensi, penyakit jantung koroner, sakit kepala dan pusing, yang secara serius mempengaruhi pekerjaan normal dan kesehatan fisik dan mental orang.  Latihan tulang belakang servikal dapat mencegah dan mengobati spondilosis servikal, dan latihannya sederhana dan dapat dilakukan baik dengan duduk atau berdiri. Postur persiapan untuk aktivitas: kaki dipisahkan dengan lebar yang sama dengan bahu, dua lengan di kedua sisi tubuh, ujung jari ke bawah secara vertikal (ketika duduk, dua telapak tangan di kedua paha, telapak tangan ke bawah), mata datar di depan, seluruh tubuh rileks. Kegiatannya adalah sebagai berikut: 1. Angkat kepala Anda perlahan-lahan dan lihat ke atas ke langit, regangkan kepala dan leher Anda sejauh mungkin, dan regangkan dada dan perut Anda ke atas bersama-sama (Anda tidak bisa hanya melakukan latihan mengangkat kepala).  2. Perlahan-lahan gerakkan leher yang diperpanjang ke depan dan ke bawah, seolah-olah ayam jantan sedang berkokok.  3. Perlahan-lahan tarik kembali leher ke belakang dan ke atas lagi.  4. Kembali ke posisi siap.  Catatan: Pertama, setiap latihan berturut-turut membutuhkan waktu sekitar 1 menit; kedua, baik ekstensi leher ke atas maupun kontraksi leher ke belakang harus dilakukan dengan dada menghadap ke atas dan perut di dalam; ketiga, masing-masing dapat dilakukan beberapa kali sehari, dengan mempertimbangkan kondisi yang berbeda dari setiap orang.  Latihan peregangan leher ini dapat meningkatkan suplai darah ke otot leher dan ligamen, mempercepat sirkulasi darah, membuat otot dan ligamen lebih kuat, meningkatkan kepadatan tulang dan mencegah osteoporosis, sehingga mengurangi terjadinya spondylosis serviks. Latihan ini tidak hanya melatih tulang belakang leher, tetapi juga dada, perut dan organ dalam. Metode latihan ini tidak memerlukan lapangan olahraga dan bisa dilakukan di mana saja, kapan saja, dan juga merupakan metode istirahat yang aktif.