Klasifikasi letupan sendi temporomandibular

Popping sendi temporomandibular adalah salah satu gejala paling umum dari gangguan sendi temporomandibular, dan dibagi menjadi: 1, popping sendi sederhana: di awal pembukaan mulut, di akhir pembukaan mulut, di awal penutupan mulut, di ujung penutupan mulut, popping umumnya lebih renyah, suara klik bersuku kata satu, lebih sering terjadi pada gangguan sendi temporomandibular dengan perpindahan anterior yang dapat dibalik pada cakram sendi, cakram sendi mengalami perpindahan ke depan, tetapi perpindahannya lebih sedikit, lebih sering terjadi pada sendi bersuku kata satu Bunyi letupan yang lebih tajam paling mudah disembuhkan dengan kondisi ini; 2. Bunyi hancur: umumnya terjadi pada akhir pembukaan mulut, ketika sendi memiliki bunyi bersuku kata banyak, atau lebih dari dua suku kata, atau bunyi frikatif. Hal ini lebih sering terlihat pada deformasi diskus artikularis yang parah, seperti perforasi atau pecahnya diskus, dan biasanya terlihat pada perpindahan anterior diskus yang tidak dapat direduksi, atau perforasi diskus, atau deformasi yang lebih parah. Hal ini menunjukkan bahwa fungsi sendi telah mencapai keadaan yang lebih serius, yang menunjukkan bahwa sendi telah diubah secara organik, yaitu struktur internal sendi telah rusak atau dihancurkan oleh resorpsi, dll. Perawatan biasanya lebih bermasalah dan pembedahan dapat dipertimbangkan. 3. Bunyi gesekan: bunyi gesekan bersuku kata banyak dan berbunyi seperti gesekan plastik. Biasanya dianggap sebagai perubahan degeneratif pada sendi, seperti kerusakan tulang rawan atau tulang dan resorpsi, yang menghasilkan permukaan sendi yang kasar dan gesekan yang lebih parah saat sendi bergerak. Pilihan perawatan akan tergantung pada kondisi pasien, misalnya, jika pasien memiliki rasa sakit yang parah dan pembukaan mulut yang terbatas, pembedahan dapat dipertimbangkan. Jika pasien hanya memiliki suara gesekan dan tidak disertai dengan rasa sakit yang parah atau pembukaan mulut yang terbatas, pasien dapat dirawat secara konservatif, misalnya, dengan pelat oklusi sendi, atau bantalan (gigi) untuk melindungi sendi.