Item skrining untuk ketidakseimbangan pendengaran vestibular di telinga

Tes ilmiah telah menunjukkan bahwa jika terjadi ketidakseimbangan pendengaran di ruang depan telinga, sistem pusat otak dirangsang untuk mempengaruhi kerja normal kelenjar hipofisis. Di bawah pengaruh kecemasan ini, orang akan menjadi sangat sensitif dan resisten terhadap segala macam kejadian yang tidak memuaskan, sehingga kejadian yang tidak memuaskan ini akan diperbesar tanpa batas, yang pada akhirnya mengarah pada terjadinya depresi dan gangguan kecemasan di hari tua. 1. Pemeriksaan saraf pendengaran Pemeriksaan saraf pendengaran meliputi pemeriksaan pendengaran dan pemeriksaan fungsi vestibular, yang digunakan untuk menentukan apakah ada gangguan pada rumah siput dan saraf vestibular. Tes pendengaran meliputi tes garpu tala, tes otoakustik, tes Weber, dan tes Renner. Tes fungsi vestibular meliputi tes berjalan dengan mata tertutup, tes berjalan, tes nistagmus variabel, tes sulit berdiri dengan mata tertutup, tes nistagmus, tes jari-jemari, tes rotasi, dan tes langkah in situ. 2. Tes jari telunjuk Tes jari telunjuk adalah metode yang digunakan untuk memeriksa lesi pada sistem vestibular. Temuan abnormal: Lesi vestibular perifer ditandai dengan deviasi simultan dari tangan ke sisi fungsi vestibular bawah, ke arah yang sama dengan kemiringan, berlawanan dengan arah nistagmus spontan. Hipermetropia lesi serebelar ditandai dengan deviasi satu sisi tangan yang terkena ke arah sisi yang terkena. 3. Tes panas dan dingin Tes panas dan dingin adalah metode pemeriksaan untuk membangkitkan dan mengamati respons vestibular melalui stimulasi suhu pada kanalis semisirkularis. Perubahan suhu mempengaruhi kanal semisirkularis eksternal melalui membran timpani, ruang timpani, dan dinding tulang, dan berat jenis cairan endolimfatik berubah akibat ekspansi dan kontraksi termal, sehingga menghasilkan fenomena konvektif “panas ke atas dan dingin ke bawah” cairan endolimfatik, yang berakibat pada deviasi puncak terminal dan stimulasi puncak jugularis yang menghasilkan nistagmus. 4. Pemeriksaan pendengaran bayi baru lahir Pemeriksaan pendengaran bayi baru lahir merupakan salah satu program pemeriksaan untuk bayi baru lahir yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Pemeriksaan dini memungkinkan deteksi dini terhadap bayi yang mengalami gangguan pendengaran, diagnosis tepat waktu, dan pengobatan dini, serta mendorong perkembangan bahasa selama periode kritis dalam pembelajaran bahasa. 5. Tes rotasi Tes rotasi adalah percobaan untuk memeriksa apakah fungsi vestibular normal. Cairan endolimfatik kanal setengah lingkaran dibuat mengalir untuk merangsang tebing jugularis untuk menginduksi respons vestibular, yang merupakan prinsip dasar dari tes fungsi kanal setengah lingkaran. Karakteristik nistagmus yang ditimbulkan, umumnya digunakan sebagai kriteria penilaian.