Gambaran umum.
Alopesia androgenetik pada wanita, juga dikenal sebagai kebotakan pola pria pada wanita, berkembang karena kelebihan androgen, dan faktor keturunan juga merupakan faktor penting. Manifestasi klinis meliputi penipisan rambut secara bertahap di bagian atas kepala dan kadar androgen yang lebih tinggi dari normal dalam tes serum. Diagnosis dapat ditegakkan. Dapat diobati dengan sediaan anti-androgenik cyproterone.
Etiologi
Patogenesis disebabkan oleh kelebihan androgen, dan faktor keturunan juga merupakan faktor penting.
Gejala
Penyakit ini lebih jarang terjadi dan tidak terlalu parah dibandingkan pada pria. Penyakit ini terjadi pada 20 persen wanita kulit putih, tetapi 90 persen dari semua kebotakan pada wanita. Alopesia terutama terletak di bagian atas kepala, dengan daerah temporofrontal yang jarang terlibat. Alopesia menyebar dan berkepanjangan, dengan penipisan rambut secara bertahap di bagian atas, tetapi tidak ada kebotakan total di bagian atas.
Pemeriksaan
Pemeriksaan serologis: androgen di atas tingkat normal.
Diagnosis
Menurut manifestasi klinis, rambut di bagian atas kepala secara bertahap menipis, dan tes serum untuk androgen lebih tinggi dari tingkat normal. Diagnosis dapat ditegakkan.
Pengobatan
Sediaan antiandrogenik siproteron dapat digunakan, tingtur heksestrol 0,05% topikal atau tingtur progesteron 2%-4% dapat digunakan, atau sediaan kortikosteroid topikal juga dapat digunakan.