‘Konsumsi ikan secara teratur’ dikaitkan dengan risiko kanker usus yang lebih rendah

Sebuah penelitian baru mengamati pola makan hampir setengah juta orang di Eropa, termasuk Inggris. Mereka menemukan bahwa orang yang paling banyak makan ikan pada awal penelitian memiliki kemungkinan 12 persen lebih kecil untuk didiagnosis menderita kanker usus setelah rata-rata 15 tahun, dibandingkan dengan mereka yang makan sedikit atau tidak sama sekali. Para ilmuwan percaya bahwa ikan mungkin dapat mengurangi risiko kanker usus karena sifat anti-inflamasi minyak ikan yang ditemukan pada ikan berminyak seperti ikan haring dan makarel. Dengan penelitian observasional seperti ini, kita tidak dapat memastikan bahwa makan lebih banyak ikan akan membuat penurunan risiko kanker usus secara signifikan, karena faktor-faktor lain, seperti gaya hidup sehat, juga dapat mengurangi risiko. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa makan ikan sekali atau dua kali seminggu merupakan bagian dari diet seimbang yang sehat, seperti yang saat ini direkomendasikan. Penelitian ini didanai oleh World Cancer Research Fund dan Komisi Eropa. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology yang telah ditelaah oleh rekan sejawat. Para peneliti menggunakan informasi yang dikumpulkan untuk melihat apakah mengonsumsi berbagai jenis ikan dan mengonsumsi berbagai tingkat ikan, seperti asam lemak (termasuk minyak ikan), memengaruhi risiko kanker usus. Secara umum, semua ikan cenderung dikaitkan dengan penurunan risiko kanker usus. Ada juga beberapa keterbatasan dalam penelitian ini; penelitian observasional seperti ini tidak dapat membuktikan bahwa faktor diet individu secara langsung menyebabkan (atau mencegah) penyakit, dan banyak faktor kesehatan dan gaya hidup lainnya yang mungkin terlibat. Secara keseluruhan, orang yang makan lebih banyak ikan dapat mengikuti gaya hidup yang lebih sehat, meningkatkan asupan buah dan sayuran, mengurangi asupan lemak jenuh, dan lebih banyak berolahraga. Meskipun para peneliti mencoba untuk mengesampingkan beberapa faktor perancu potensial, namun sulit untuk sepenuhnya menghilangkan efeknya. Secara keseluruhan, makan ikan 1 atau 2 kali seminggu mungkin bermanfaat dalam mengurangi risiko kanker usus dan juga dapat mengurangi risiko penyakit lain seperti penyakit kardiovaskular.