Tinja yang terlihat seperti kotoran domba belum tentu bersifat kanker. Tinja seperti kotoran domba biasanya menunjukkan bahwa hanya ada sedikit air dalam tinja akibat penyerapan air yang berlebihan oleh usus karena sisa makanan yang terlalu lama berada di dalam usus, yaitu sembelit. Sembelit sebagian besar disebabkan oleh pola makan yang tidak tepat dan disfungsi usus. Disarankan agar pasien memperhatikan pengaturan pola makan, minum lebih banyak air, makan lebih banyak makanan kaya serat, seperti buah-buahan dan sayuran segar, dan mengambil diet ringan sebagai fokus utama, dan makan lebih sedikit atau tidak makan makanan pedas, dingin, dan berminyak, bersama dengan pijatan searah jarum jam pada perut untuk meningkatkan buang air besar. Probiotik juga dapat dikonsumsi untuk meningkatkan flora usus untuk melancarkan buang air besar. Namun, jika tinja berupa kotoran domba dan terus menerus tidak bisa dikeluarkan, disertai dengan gejala lain seperti perut kembung, nyeri perut, darah dalam tinja, dan penurunan berat badan, maka dianggap ada kemungkinan tumor saluran pencernaan, dan harus segera pergi ke Departemen Gastroenterologi untuk menjalani pemeriksaan gastro-enteroskopi dan pemeriksaan terkait lainnya. Jika konstipasi adalah penyebab dari kotoran domba, pasien harus memiliki rutinitas kerja yang teratur, olahraga yang tepat dan memperhatikan pola makan untuk mencegah komplikasi yang lebih serius akibat gangguan pada berbagai sistem tubuh.