Displasia fibrosa femoralis dapat diobati dengan pemeriksaan rutin, pengobatan, pengikisan dan pencangkokan tulang, dan kelainan bentuk dapat diobati dengan pengangkatan lesi dan osteotomi serta perawatan ortopedi. 1. Pemeriksaan rutin: untuk pasien tanpa gejala yang ditemukan saat pemeriksaan fisik, pemeriksaan dapat dilakukan setiap 6 bulan sekali untuk mengamati perkembangannya. 2. Pengobatan dengan obat: Bifosfonat adalah obat yang penting untuk pengobatan penyakit ini, yang secara signifikan dapat mengurangi nyeri tulang, seperti alendronat oral, pamidronat injeksi, dan sebagainya. Namun, perhatian harus diberikan pada reaksi yang merugikan dari jenis obat ini. 3. Pengikisan dan cangkok tulang: ketika gejala displasia fibrosa femoralis menjadi jelas secara bertahap, pengikisan dan cangkok tulang dapat dilakukan untuk menghindari kelainan bentuk pada tahap selanjutnya. 4. Pengangkatan fokal + osteotomi dan perawatan ortopedi: jika kelainan bentuk tulang paha proksimal terlihat jelas, kita dapat melakukan pengangkatan dan implantasi fokal, dikombinasikan dengan osteotomi dan perawatan ortopedi jika perlu, untuk memulihkan garis gaya dan stabilitas, serta fiksasi internal dan perawatan lainnya. Fibrous dysplasia femur, juga dikenal sebagai proliferasi abnormal serat tulang, adalah sejenis mutasi genetik gangguan perkembangan tulang non-genetik, yang bermanifestasi sebagai nyeri, pembengkakan, kelainan bentuk atau fraktur patologis pada tahap selanjutnya, oleh karena itu, fibrous dysplasia femur harus didiagnosis sedini mungkin, dan ditangani sesuai dengan situasi spesifik.