Dengan matahari yang bersinar dan cuaca yang semakin hangat, banyak orang tua yang memakaikan bayi mereka celana panjang selangkangan yang lebih sejuk. Tetapi dengan bagian bawah tubuh mereka yang terbuka, tidakkah Anda khawatir tentang kemungkinan penyakit yang akan menyerang mereka? Tahukah Anda enam bahaya memakaikan celana tanpa selangkangan pada bayi? 1. Yang paling langsung adalah tidak higienis. Ketika bayi belum bisa berjalan sendiri, mereka lebih sering duduk dan merangkak di tanah, sehingga alat kelaminnya terbuka dan mungkin terinfeksi berbagai macam bakteri atau parasit. Saat mengenakan celana selangkangan, mudah bagi bayi untuk menyentuh alat kelamin mereka dengan tangan, dan kemudian mereka dapat memasukkan tangan ke dalam mulut, yang dapat dengan mudah menyebabkan infeksi silang dan tidak baik untuk kesehatan mereka. 2. Ancaman terhadap keselamatan bayi Saat bayi mengenakan celana tanpa selangkangan, pantat kecilnya tidak terlindungi oleh pakaian dan dapat dengan mudah terpotong oleh benda luar atau tertusuk benda tajam saat bergerak, dan cuaca panas di musim panas dapat membakar puntungnya saat suhu tanah naik. 3 . Tidak kondusif untuk pengembangan kebiasaan buang air besar yang baik Bayi dengan pantat telanjang cenderung buang air besar di mana saja dan kebiasaan buruk dapat berkembang dengan cepat, yang tidak hanya tidak beradab tetapi juga tidak kondusif untuk pengembangan kebiasaan buang air besar yang baik pada bayi. 4 . Tidak kondusif untuk penanaman kesadaran gender Bayi yang mengenakan celana selangkangan meningkatkan peluang mereka untuk menyentuh alat kelamin mereka, yang akan memberi bayi ilusi tertentu bahwa menyentuh alat kelamin mereka adalah hal yang normal, yang tidak hanya tidak senonoh tetapi juga memberikan persepsi yang salah tentang seks kepada bayi. 5, paparan privasi Privasi bayi juga patut kita perhatikan, kita tidak bisa mengatakan bahwa anak itu masih kecil, tidak penting atau anak tidak mengerti dan sebagainya. Sejak usia muda, kita harus memberi tahu bayi kita bahwa beberapa privasi tidak boleh dilihat atau disentuh orang lain. 6, dapat dilanggar oleh orang yang berniat jahat Bayi yang mengenakan celana tanpa selangkangan dengan alat kelamin yang terekspos di luar rentan terhadap beberapa orang yang berniat jahat. Ada banyak kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak yang muncul di berita, jadi orang tua harus berhati-hati. Karena Anda tidak bisa mengenakan celana tanpa selangkangan, apa solusi terbaik untuk masalah buang air bayi Anda? Gunakan popok sebanyak mungkin Banyak orang tua percaya bahwa menggunakan popok berdampak pada perkembangan kebiasaan buang air kecil dan dapat menahan kentut merah, misalnya. Ada banyak penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa popok menjaga kulit bayi Anda tetap kering dan mencegah kulit bersentuhan dengan air seni dalam waktu lama, yang dapat menyebabkan beberapa alergi. Segera ganti popok bayi Anda jika Anda melihat buang air besar. Pelatihan pispot pada usia yang tepat Bayi umumnya dapat dilatih menggunakan pispot dari usia 18-36 bulan, tergantung pada kondisinya. Ketika buang air besar bayi sudah teratur, popoknya kering saat tidur, ia akan meminta ganti popok saat basah, ia akan bereaksi sebelum buang air kecil dan seterusnya, itu berarti rasa kemandirian bayi mulai terbentuk dan sudah saatnya melatihnya untuk belajar menggunakan toilet. Orang tua tidak perlu terburu-buru dalam proses belajar ini, karena merupakan hal yang wajar jika bayi sesekali mengompol di celana. Pelatihan toilet dapat dilakukan dengan cara berikut 1. Pertama, ajari bayi Anda untuk memberikan sinyal seperti “boo boo” dan “poo poo” saat ia ingin buang air kecil atau buang air besar. 2 . Ketika bayi Anda merespons, bawa dia ke toilet dan ajarkan dia untuk melepas celananya sendiri, sementara orang tua dapat memberinya contoh atau bantuan. 3 . Biarkan bayi Anda duduk di pispot dan katakan padanya untuk datang ke pispot saat ia ingin buang air kecil dan buang air besar di kemudian hari. 4 . Ajari bayi Anda cara menyeka pantatnya setelah buang air, jangan khawatir bayi Anda tidak akan membersihkannya sendiri, orang tua dapat membantu bayi Anda di sampingnya. 5 . Setelah pergi ke toilet, ajarkan bayi Anda untuk mengingat untuk mencuci tangannya setelah pergi ke toilet untuk mengembangkan kebiasaan kebersihan yang baik.