Nekrosis pada usus halus akan terlihat secara signifikan sebagai penipisan.
Usus halus terletak di dalam rongga perut dan memiliki panjang sekitar 4 hingga 6 meter, terhubung ke pilorus dan lambung di ujung atas dan ke usus buntu dan usus besar di ujung bawah. Makanan dari lambung digiling dan dicampur oleh gerakan otot polos usus halus, dan kemudian dicerna lebih lanjut oleh cairan usus halus dan cairan pankreas. Pada saat yang sama, mukosa usus halus dibagi menjadi sel-sel endokrin, yang mengatur motilitas gastrointestinal dengan mengeluarkan glukagon dan motilitas lambung.
Karakteristik struktural yang unik dari usus halus menjadikannya tempat utama untuk pencernaan dan penyerapan makanan. Oleh karena itu, jika terjadi nekrosis pada usus halus, maka akan mempengaruhi pencernaan dan penyerapan makanan, dan akan menyebabkan tubuh menjadi kurus.
Jika terjadi nekrosis pada usus halus, dianjurkan untuk pergi ke rumah sakit dan diperiksa serta dirawat di bawah bimbingan dokter agar tidak melewatkan kondisi tersebut. Secara umum, kita harus memperhatikan pola hidup dan pola makan.