Manakah tes yang lebih akurat untuk ankylosing spondylitis, protein C-reaktif atau sedimentasi darah?

Baik protein C-reaktif maupun sedimentasi darah dapat memberikan petunjuk untuk diagnosis spondilitis ankilosa, tetapi kriteria diagnostik spondilitis ankilosa tidak mencakup protein C-reaktif atau sedimentasi darah, sehingga tidak ada yang lebih akurat untuk diagnosis spondilitis ankilosa. Kriteria diagnostik ankylosing spondylitis terutama meliputi kriteria klinis dan kriteria pencitraan. Kriteria klinis meliputi keterbatasan pergerakan tulang belakang lumbal, nyeri punggung bawah dan kekakuan di pagi hari, serta mobilitas toraks yang rendah, sedangkan kriteria pencitraan adalah artritis sakroiliaka unilateral tingkat III-IV atau sendi sakroiliaka bilateral tingkat II-IV. Ankylosing spondylitis dapat didiagnosis dengan memenuhi kriteria pencitraan dan lebih dari satu kriteria klinis. Protein C-reaktif dan sedimentasi darah terutama digunakan sebagai indikator untuk mencerminkan aktivitas penyakit dalam diagnosis ankylosing spondylitis. Peningkatan protein C-reaktif dan sedimentasi darah sering mengindikasikan bahwa penyakit pasien dalam tahap aktif, tetapi protein C-reaktif dan sedimentasi darah tidak memberikan dasar langsung untuk diagnosis ankylosing spondylitis. Dianjurkan agar pasien dengan ankylosing spondylitis pergi ke bagian reumatologi dan imunologi di rumah sakit biasa untuk konsultasi terperinci dan mengikuti instruksi dokter untuk diagnosis dan pengobatan.